Mengintip Sejarah Lajur Khusus Sepeda Di Indonesia

 

Sejak tahun 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai gencar membuat lajur khusus sepeda di Indonesia. Dengan memiliki panjang yakni 69 kilometer di jalanan Jakarta, maka lajur tersebut telah menyatu dengan jalan aspal kendaraan bermotor. Lajur tersebut hanya dibedakan dengan garis tak putus berwarna putih. Selain itu juga terdapat cat merah, hijau dan kuning yang menandai lajur tersebut. Berikut ini akan diulas mengenai sejarah jalur tersebut.

Asal Asul Tentang Berbagai Lajur Yang Ada Di Indonesia

Pada mulanya, sepeda pertama kali muncul di masa Hindia Belanda yakni pada awal abad ke 20. Awalnya, sepeda ini hanya digunakan oleh pegawai kolonial dan juga para bangsawan. Kemudian, muai digunakan oleh saudagar kaya dan juga misioner. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa sepeda bermula menjadi salah satu lambang dari kelompok elite. Pasalnya, harganya pun cukup mahal, sehingga hanya orang berduit saja yang sanggup untuk membelinya.

Namun, harga sepeda pun berangsur angsur mulai turun ketika kendaraan bermotor mulai memasuki Hidia Belanda. Sehingga, sepeda pun berubah menjadi sesuatu yang dimiliki oleh banyak orang. Asal mula dari lajur khusus sepeda di Indonesia. Di tahun sekitar 1920-an, jalanan di kota besar seperti Bandung, Batavia, Surabaya, hingga Yogyakarta pun ramai oleh pesepeda. Bahkan kota Yogyakarta pun juga dijuluki sebagai kota sepeda.

Untuk mengetahui lajur yang ada pada saat itu, maka kartu pos lawas yang dikoleksi oleh Olivier Johannes Raap yang telah dibukukan dalan Kota di Djawa Tempo Doeloe telah menunjukkan tentang pembagian lajur bagi pengguna jalan. Dimana untuk lajur paling kiri ditujukan dan tersedia oleh pejalan kaki. Kemudian, untuk gerobak kerbau atau sapi yang melintas berada di samping kanan pejalan kaki.

Selain itu, di jaman tersebut juga tersedia jalur untuk sado dan delman, serta untuk lajur yang paling kanan biasanya akan digunakan untuk pengendara bermotor baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Lajur khusus sepeda di Indonesia pada jaman tersebut berada di sebelah kanan dari lajur gerobak kerbau dan sapi.

Pada jaman tersebut, tidak terdapat marka pembatas jalan yang digunakan. Namun, untuk pembagiannya pun cukup jelas, yakni dari yang paling lambat menuju ke paling cepat. Dengan begitu, hal tersebut memiliki tujuan agar nantinya pengendara dapat menaiki kendaraan dengan teratur. Serta mampu untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pada jaman tersebut pun cukup jelas bahwa pengguna jalan dilarang untuk saling menyerobot diantara jalur yang lain. Pasalnya di jaman tersebut bersepeda di jalur untuk kendaraan bermotor adalah sebuah bentuk pelanggaran lalu lintas. Sehingga tak peduli bahwa anda sedang bersepeda, maka polisi pun akan menghentikan sepeda tersebut. Nantinya pengendara tersebut akan diperbal atau didenda.

Diperbal sendiri merupakan istilah dari polisi kolonial untuk melakukan interogasi terhadap pelaku tindak pidana ataupun orang yang melanggar lalu lintas. Sehingga, ketika pengendara terbukti melakukan kesalahan, maka nantinya pelanggar lalu lintas tersebut akan bisa terkena denda. Banyaknya pesepeda yang memasuki lajur untuk kendaraan bermotor menjadi salah satu perhatian serius meskipun lajur khusus sepeda di Indonesia telah tersedia saat itu.

Kegiatan Bersepeda Kian Diminati

Ketika kendaraan bermotor menjadi melesat secara pesat di tahun 1970 an, maka keberadaan sepeda pun lama kelamaan menjadi berkurang. Terlebih lagi, lajur di jalanan pun semakin dikuasai oleh kendaraan bermotor. Namun, pada tahun sekitar akhir 1980 an, maka hasrat untuk bersepeda pun semaki meluas. Hal ini mirip dengan era awal kehadiran sepeda di jaman Hindia Belanda, dimana sepeda hanya dimiliki oleh kalangan menengah ke atas.

Hal ini dikarenakan terdapat kelompok yang membeli sepeda dengan harga mahal. Bahkan, harganya setara dengan kendaraan bermotor. Dengan rantai yang berlapis emas, maka penggunaanya pun  bukan untuk digunakan dalam kegiatan sehari hari. Melainkan hanya untuk prestige atau untuk kolega bisnis saja. Sehingga pemerintah pun tidak mendapat tuntutan untuk menghadirkan lajur khusus sepeda di Indonesia.

Berlanjut ke era 2000 an, dimana mulai banyak pesepeda muncul untuk berangkat ke kantor maupun ke kampus yang berlangsung di Depok dan Jakarta. Dengan menggunakan sepeda, maka disini sepeda memiliki peran sebagai salah satu kendaraan yang digunakan untuk transportasi sehari hari. Untuk itulah, pengendara sepeda mulai meminta pemerintah untuk mulai menyediakan fasilitas untuk mendukung pesepeda, mulai dari lajur khusus hingga tempat parkir.

Hal ini membuat beberapa wilayah perkantoran yang ada di Jakarta yakni  Gatot Subroto, Rasuna Said hingga Sudirman dan Thamrin mulai membuat parkir khusus untuk sepeda. Selain itu, Institut Pertanian Bogor dan juga Universitas Indonesia pun juga mulai menyediakan lajur yang khusus digunakan untuk bersepeda maupun lahan parkir sejak tahun 2007.

Sementara itu, untuk lajur khusus sepeda di Indonesia pun mulai bermunculan di berbagai kota besar di tanah air. Mulai dari kota Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Bogor, Balikpapan, Jakarta, Palembang, Bandung dan Balikpapan. Dengan memiliki desain yang berlainan namun hal tersebut memiliki maksud yang sama. Dimana terdapat jalur yang menyatu dan juga ada pula yang terpisah dengan lajur dari kendaraan bermotor.

Namun berbagai jalur yang telah tersedia tersebut masih dibuat dengan seadanya. Dimana terkesan kurang dibuat secara konseptual.  Untuk itu, jika dilihat selama belakangan ini maka beberapa pemerintah kota  pun mulai melakukan gagasan untuk merancang ulang pembuatan jalur sepeda tersebut. Sehingga nantinya akan bisa membuat pengendara sepeda menjadi lebih nyaman.

Selain itu, pembuatan dari lajur untuk sepeda tersebut juga telah dirancang untuk lebih terintegrasi dengan moda transportasi lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga dengan itu, terdapat pula penerapan aturan yang akan melindungi pengendara bersepeda. Aturan tersebut antara lain adalah dengan memberikan denda bagi pengendara motor yang menerabas jalur sepeda.

Untuk itu, ketika anda ingin bersepeda maka anda pun bisa menggunakan jalur khusus yang telah disediakan. Sehingga nantinya, anda pun akan lebih nyaman untuk berkendara. Untuk membuat tampilan lebih bagus, maka anda juga bisa buat jersey sepeda. Hal ini bertujuan agar nantinya anda bisa dengan mudah untuk bergerak dan lebih leluasa ketika melakukan aktifitas bersepeda.

 

Leave a Reply